Pamekasan – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Muhammad Gufron, menyampaikan duka mendalam atas insiden kecelakaan lalu lintas tragis yang menimpa seorang mahasiswi UIN Madura hingga meninggal dunia.
Seperti diberitakan sebelumnya peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Raya Tlanakan, tepat di depan kampus UIN Madura, pada Senin kemarin.
Dalam keterangannya, Gufron menyebut seluruh keluarga besar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Madura turut berbelasungkawa atas wafatnya korban yang merupakan bagian dari civitas akademika kampus.
“Kami keluarga besar DEMA UIN Madura turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudari NI. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gufron menilai bahwa insiden tersebut tidak hanya menjadi tragedi semata, namun juga harus dijadikan momentum evaluasi bersama, khususnya terkait aspek keselamatan lalu lintas di kawasan kampus.
Ia menyoroti kondisi akses keluar-masuk mahasiswa di depan kampus yang hingga kini dinilai belum dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai. Minimnya sarana seperti zebra cross, rambu kawasan pendidikan, serta marka peringatan yang dinilai berpotensi membahayakan mahasiswa yang setiap hari keluar masuk di lokasi tersebut.
“Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kawasan keluar-masuk mahasiswa di depan UIN Madura hingga saat ini belum didukung fasilitas keselamatan lalu lintas yang memadai. Kondisi ini membuat kendaraan yang melintas tetap melaju dengan kecepatan tinggi, sementara aktivitas mahasiswa sangat padat,” tegasnya.
Atas dasar itu, pihaknya mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pamekasan bersama Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan di sekitar kampus.
Gufron juga berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait, mulai dari pengadaan zebra cross, pemasangan rambu kawasan pendidikan, hingga rekayasa lalu lintas guna menjamin keselamatan pengguna jalan, khususnya mahasiswa.
“Kami berharap ada langkah nyata demi menjamin keselamatan mahasiswa dan pengguna jalan. Jangan sampai keselamatan baru menjadi perhatian setelah jatuhnya korban. Tragedi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat aspek keselamatan lalu lintas di kawasan pendidikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (KB/Rosy)


























