Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

UIM Perkuat Digitalisasi KKN 2026, 360 Mahasiswa Siap Turun ke 18 Desa di Pamekasan

Avatar
×

UIM Perkuat Digitalisasi KKN 2026, 360 Mahasiswa Siap Turun ke 18 Desa di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor I UIM, Dr. H. Moh. Subhan, M.A (baju putih) Saat Menghadiri Kegiatan, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Menyongsong era digital, Universitas Islam Madura (UIM) menyiapkan strategi baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026.

Lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UIM menggelar Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk memastikan program pengabdian berjalan lebih terukur, terdokumentasi, dan berdampak.

Pembekalan itu dihadiri oleh para dosen yang siap terjun lapangan tersebut dilakukan di ruang pertemuan Kampus Setempat, Rabu (10/6/2026)

Kegiatan yang dipimpin Wakil Rektor I UIM, Dr. H. Moh. Subhan, M.A. ini dihadiri jajaran LPPM dan seluruh DPL yang akan mendampingi mahasiswa di lapangan.

Dalam arahannya, Dr. Subhan menyoroti bagaimana perubahan global, termasuk perkembangan geopolitik seperti konflik di Iran, telah mengubah pola kerja dan peran intelektual. Menurutnya, perguruan tinggi tidak bisa lagi bergantung pada pola konvensional.

“Perkembangan teknologi dan globalisasi telah menggeser banyak aktivitas ke ruang digital. Karena itu, perguruan tinggi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, termasuk dalam pengelolaan program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, sistem informasi menjadi perhatian utama. LPPM didorong menjadi motor penggerak pengembangan sistem terintegrasi agar administrasi, pelaporan, hingga dokumentasi KKN dan PKM bisa dilakukan secara efektif, transparan, dan menghindari tumpang tindih program.

Selain penguatan sistem, kualitas pendampingan juga jadi fokus. DPL diminta melakukan pemetaan sosial sebelum mahasiswa diterjunkan. Kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat harus diidentifikasi lebih dulu demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Program yang dijalankan harus fokus dan terukur. Lebih baik memiliki beberapa program prioritas yang berdampak nyata daripada banyak kegiatan yang hasilnya kurang optimal,” tegas Dr. Subhan.

Ia juga menekankan pentingnya layanan prima dalam setiap pengabdian. Hubungan baik dengan mitra desa harus dijaga, dan seluruh proses wajib terdokumentasi sebagai bentuk akuntabilitas.

Guna memperkuat sinergi, UIM berencana menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan kepala desa di lokasi KKN. Langkah ini bertujuan membangun landasan hukum sekaligus kedekatan emosional sebelum mahasiswa terjun.

Tahun ini, sekitar 360 mahasiswa UIM akan disebar ke 18 desa di beberapa kecamatan. Sebelumnya, rektorat juga akan menggelar pertemuan dengan para kepala desa untuk membahas dukungan dan kerja sama pelaksanaan KKN.

Dengan pembekalan ini, UIM menargetkan KKN 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan. Namun menjadi program pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kolaborasi kuat antara kampus, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan. (*/Rosy)

BACA JUGA :  Dari Tugas Akademik hingga Masuk Jurnal Sinta 2, Berikut Tips Perjuangan Mahasiswa UIM
IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow