Pamekasan – Komisi II DPRD Pamekasan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu SPBU yang berada di kawasan Asem Manis, Buddagan, tepatnya di depan Hotel Odaita. Hal itu dilakukan menyusul adanya keluhan dari puluhan nelayan terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Sebelumnya nelayan mendatangi kantor DPRD Pamekasan dan mengeluh persoalan kelangkaan solar. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan solar dalam beberapa hari terakhir, sehingga aktivitas melaut sempat terhenti selama kurang lebih tiga hari.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Salman Al Farisi, bersama sejumlah anggota komisi lainnya langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi SPBU yang selama ini menjadi tempat para nelayan membeli solar.
Dalam keterangannya, Salman menyampaikan bahwa antrean panjang menjadi salah satu faktor yang memicu distribusi solar tidak optimal. Ia juga menyoroti adanya dugaan pembelian BBM oleh pihak dari luar daerah yang ikut memperpanjang antrean.
“Kami mendapat informasi bahwa antrean solar sangat panjang, bahkan sampai sempat terjadi pembatasan pelayanan. Salah satu penyebabnya diduga adanya pembeli dari luar daerah yang turut mengambil jatah di sini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa distribusi BBM harus sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan, sehingga tidak merugikan masyarakat lokal, khususnya nelayan dan petani yang sangat bergantung pada ketersediaan solar.
“Distribusi harus sesuai zonasi. Jangan sampai masyarakat dari luar daerah mengambil di sini dan mengganggu kebutuhan nelayan dan petani setempat. Ini menyangkut keberlangsungan ekonomi mereka,” tegasnya.
Salman juga memastikan bahwa kebijakan terkait distribusi BBM berlaku merata di seluruh SPBU di Pamekasan, serta tidak boleh menghambat aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Komisi II DPRD Pamekasan, lanjutnya, akan terus mengawal persoalan tersebut dan membuka ruang bagi masyarakat serta media untuk bersama-sama mengawasi distribusi BBM di lapangan.
“Kami siap mengawal. Jika ada pihak yang mengganggu hak nelayan dan petani, mari kita awasi bersama. Karena jika nelayan tidak mendapatkan solar, maka akan ada rantai ekonomi yang terganggu,” pungkasnya. (KB/Rosy)



























