Scroll untuk melanjutkan membaca
Berita

Usai Bedah Buku Merajut Mimpi Madura Provinsi, Rektor Se-Madura Tandatangani Petisi

Avatar
×

Usai Bedah Buku Merajut Mimpi Madura Provinsi, Rektor Se-Madura Tandatangani Petisi

Sebarkan artikel ini
Klik Madura Bersama Karang Taruna se-Madura Gelar Bedah Buku Merajut Mimpi Madura Provinsi, (Foto/Dok.Terukur.id)

Pamekasan – Bedah buku Merajut Mimpi Madura Provinsi karya Prengki Wirananda, nampaknya melahirkan dukungan penuh dari Karang Taruna dan Rektor se Madura agar Madura memisahkan dari dari Jawa Timur.

Kegiatan ini dimotori oleh Klik Madura bekerja sama dengan Karang Taruna se-Madura dan dilaksanakan di Hotel Odaita Pamekasan. Kemudian dilanjukan dengan penandatanganan petisi dukungan Madura menjadi provinsi bersama para rektor se-Madura, Senin (16/2/2026).

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi, mengatakan jika membahas tentang Madura memiliki momentum panjang dan tidak sebatas isu pemerintahan, gerakan sosial, maupun identitas pulau dan suku.

BACA JUGA :  Sempat Pasang Surut Jumlah Siswa, Akhirnya Pamekasan Menjadi Satu-Satunya Kabupaten Terapkan SR di Madura

Berbicara tentang itu kata dia berarti membahas sesuatu yang luas dan tidak terbatas. Jika ditarik ke belakang dalam konteks sejarah, Madura memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa.

“Berbicara soal Madura adalah berbicara soal yang tak terbatas. Jika flasback dalam konteks sejarah, bahwa Indonesia dibangun konstitusinya dari pulau Madura.” Terangnya.

Faridi menilai, meskipun tanpa keterlibatan Karang Taruna, wacana Madura sebagai provinsi tetap akan berjalan. Namun, ia menegaskan bahwa akan menjadi naif apabila perjuangan tersebut berjalan lambat karena hanya berkutat di kalangan elite, pemerintah, dan kelompok kultural yang selalu dikaitkan dengan kepentingan politik, sementara generasi muda tidak dilibatkan.

BACA JUGA :  Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

“Perjuangan Madura provinsi sudah berlangsung lama. Sebagai pemuda, kami akan terus mendorong dari bawah, bukan hanya ke atas. Urusan di tingkat atas adalah ranah pemerintah dengan konteks politik yang jelas, sedangkan tugas kami adalah membumikan perjuangan ini di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini, mengungkapkan bahwa upaya menjadikan Madura sebagai provinsi menghadapi berbagai hambatan. Meski demikian, keinginan masyarakat Madura untuk menentukan nasib sendiri dinilai sebagai langkah menuju peningkatan kesejahteraan.

Ia menyebutkan, berdasarkan berbagai literatur yang dibacanya, Madura sebagai provinsi diyakini mampu menjamin kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat akselerasi pembangunan.

BACA JUGA :  Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android

Oleh karena itu, Pemerintah daerah berharap diskusi tentang Madura Provinsi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berlanjut pada langkah nyata.

“Selama ini belum ada forum yang mampu menyatukan empat bupati se-Madura dalam satu pertemuan. Padahal, pertemuan tersebut penting untuk memperkuat langkah Madura menjadi provinsi. Harus ada pihak yang berinisiatif mempertemukan mereka,” tuturnya.

Sementara, CEO PT Royal Group Madura, Muhammad Mukid, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para penggerak Madura provinsi. Menurutnya, dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, Madura sudah sangat layak menjadi provinsi.

“Sudah saatnya kita bergandengan tangan. Madura sepantasnya menjadi provinsi,” tandasnya. (Rosyi).

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow