Pidie Jaya — Tim Relawan PT Bawang Mas (BM) Group, mendatangi langsung wilayah terdampak banjir di Aceh yang hingga kini kondisinya masih memprihatinkan.
Diuangkapkan salah satu Relawan Bawang Mas Group, M. Khairul Umam, dalam misi kemanusiaan tersebut, PT Bawang Mas Group menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar, antara lain 2.500 karton mi instan, 600 karton susu UHT, 400 karton air mineral, 50 karton popok bayi, 200 karton sabun mandi, serta sembilan koli pakaian.
Dikatakan Irul (sapaan akrabnya), sejumlah desa terdampak banjir masih sulit diakses akibat genangan air dan lumpur tebal. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad relawan untuk menyampaikan langsung bantuan kepada korban.
“Banyak warga masih bertahan di pengungsian karena lingkungan tempat tinggal mereka belum layak dihuni,” ungkap pria yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) itu, Sabtu (27/12/2025).
Sementara Ketua Tim Relawan PT Bawang Mas Group, Azif Mawardi Zein, mengatakan tim relawan bergerak secara mandiri dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil masyarakat terdampak serta penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.
“Kami membentuk tim relawan dan berada langsung di lokasi. Rencananya berangkat tanggal 18, tetapi ada beberapa kendala sehingga baru bisa sampai hari ini,” ujar Azif.
Menurut Azif, tantangan terbesar di lapangan saat ini adalah keterbatasan akses menuju desa-desa terdampak. Sejumlah wilayah masih terendam air dan lumpur, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
“Ada beberapa desa yang tidak bisa diakses menggunakan kendaraan. Harus jalan kaki karena genangan tinggi dan lumpur. Banyak rumah masih tergenang lumpur, dan sekitar dua hektare sawah terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan, dampak banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian. Sawah warga yang terdampak diperkirakan gagal panen, sehingga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Azif juga menyampaikan bahwa bantuan logistik dari PT Bawang Mas Group telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sementara itu, tambah dia, tim relawan yang berada di Kabupaten Pidie Jayap, turut membawa bantuan tambahan secara mandiri.
“Sebanyak tujuh boks bantuan dari PT Bawang Mas Group. Untuk tim yang berada di Pidie Jaya, selain melakukan tindak lanjut pemantauan, kami juga menyalurkan bantuan sendiri, termasuk titipan dari MJO dan Pamekasan Power,” kata Azif.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa fase penanganan saat ini mulai bergeser ke pemulihan pascabencana.
Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala karena keterbatasan alat berat dan luasnya wilayah terdampak.
“Masih ada sekolah dan rumah warga yang penuh lumpur. Alat berat sementara berhenti karena sebelumnya difokuskan untuk membuka akses jalan raya nasional yang sempat terputus,” pungkasnya. (*/rosyi)


















