Scroll untuk melanjutkan membaca
Lingkungan

7 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Pamekasan Imbau Masyarakat Waspada

Avatar
×

7 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Pamekasan Imbau Masyarakat Waspada

Sebarkan artikel ini
IMBAU: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Achmad Dhofir Rosyidi mengimbau masyarakat untuk waspada bencana alam.

Pamekasan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah rawan bencana, BPBD menyebut terdapat tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan terdampak bencana saat musim hujan.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Achmad Dhofir Rosyidi menyampaikan, tujuh kecamatan tersebut terbagi dalam dua kategori potensi bencana. Yakni wilayah rawan bajir, meliputi Kecamatan kota Pamekasan, Palengaan, dan Pandemawu.

BACA JUGA :  Lahan Kering Dominasi Kebakaran di Pamekasan yang Mencapai 110 Kasus

Sementara kecamatan Waru, Batumarmar, Pakong dan Kadur masuk dalam kategori wilayah potensi tanah longsor.

“Sebenarnya untuk wilayah Waru, Batumarmar, dan Palengaan ini dua katagori bencana itu masuk semua. Sedangkan sisanya memang terjadi rawan longsor,” ungkapnya, Jumat (31/10/2025).

Dhofir menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur, puncak musim hujan tahun ini diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember 2025 hingga Maret 2026.

BACA JUGA :  Satpol PP Pamekasan Klaim Penerapan Jam Malam Anak Berjalan Efektif, Kondisi Kota Makin Kondusif

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang akan terjadi.

“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan akan terjadi mulai desey2025 hingga Maret tahun depan,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Pamekasan mengaku telah melakukan sejumlah persiapan, diantaranya mengecek kesiapan alat kebencanaan, memastikan ketersediaan bantuan darurat, memetakan lokasi evakuasi aman jika peningkatan eskalasi bencana, hingga melakukan survey ketinggian air secara berkala.

BACA JUGA :  Pamekasan Dinilai Relatif Aman dari Bencana Alam, Sekda: Berinvestasi Disini Sangat Menjanjikan

Tak hanya ancaman banjir dan longsor, ia juga menyebut bahwa sejumlah wilayah lain juga perlu mewaspadai ancaman bencana cuaca ekstrem seperti angin kencang yang sulit diprediksi.

Pemetaan wilayah rawan bencana tersebut dilakukan berdasarkan kajian kebencanaan dan historis bencana yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

“Ada tiga bencana yang sering terjadi saat musim penghujan, yaitu banjir, longsor hingga angin kencang yang semua wilayah berpotensi akan terjadi,” pungkasnya. (farid/rosyi)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow