Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi

Investasi Jatim Tembus Rp72 Triliun, Bupati Pamekasan: Harus Ciptakan Lapangan Kerja Nyata

Avatar
×

Investasi Jatim Tembus Rp72 Triliun, Bupati Pamekasan: Harus Ciptakan Lapangan Kerja Nyata

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan KH Kholilurraman, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Realisasi investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang mencapai Rp72 triliun pada semester pertama 2026 menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan.

Capaian investasi fantastis yang disebut menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja itu mengemuka dalam upacara peringatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Pamekasan, Jl. Kabupaten, Senin (12/10/2026).

Upacara tersebut mengusung tema ‘Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan’. Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan langsung sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutan itu, Khofifah menegaskan, usia 81 tahun Jawa Timur adalah perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi.

“Di sepanjang perjalanan itu, para pendahulu telah meletakkan fondasi pemerintahan, merawat persatuan, serta membuka jalan bagi kemajuan yang kita nikmati pada hari ini,” kata Kholilurrahman membacakan sambutan Gubernur.

Menurutnya, peringatan Harjad ke-81 tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Momentum ini harus menjadi sarana untuk menghormati jasa para pejuang, pemimpin terdahulu, dan seluruh masyarakat yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan pengorbanan bagi kemajuan Jawa Timur.

BACA JUGA :  Bakar Semangat LPM Se-Madura, Ketua AJP Berikan Materi Jurnalistik dan Kelas Mental

Penghormatan itu, lanjutnya, harus diwujudkan dalam kerja nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat, yakni dengan terus meningkatkan kualitas pembangunan, memperluas kesempatan kerja, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima.

“Warisan perjuangan itu harus terus hidup, dan dalam kesungguhan kita mendidik anak-anak, menyejahterakan keluarga, memperluas kesempatan kerja dan menghadirkan pembangunan yang berkualitas, pemerintahan yang profesional serta pelayanan yang semakin prima,” ungkapnya.

Ia menilai, capaian investasi Rp72 triliun di semester pertama 2026 menjadi gambaran pentingnya menjaga iklim usaha yang kondusif. Investasi diharapkan tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Termasuk penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 1 juta orang, hal itu menegaskan pentingnya menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA :  Begini Cara Bupati Pamekasan Tekan Ketergantungan Dana Pusat

“Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi turut memperoleh manfaat dari aktivitas investasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, tema ‘Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan’ menggambarkan tekad Pemprov Jatim untuk meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor.

Keunggulan Jawa Timur, kata dia, harus menjadi modal untuk mendorong kemajuan yang tetap memperhatikan keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Unggul berarti kita terus meningkatkan kemampuan dan kualitas, anak-anak kita memperoleh pendidikan yang berkualitas sehingga memiliki keunggulan kompetitif di percaturan global, para pekerja memiliki keterampilan sesuai perkembangan zaman, dan produk-produk Jawa Timur semakin berdaya saing,” jelasnya.

Peningkatan kualitas pendidikan menjadi aspek penting dalam mewujudkan SDM yang kompetitif. Pendidikan berkualitas diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja, termasuk perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

BACA JUGA :  Hj. Ansari dan PDI Perjuangan Pamekasan Dukung Pelestarian Tradisi Petik Laut

Sementara dari sisi daerah, bagi Kabupaten Pamekasan, peringatan Harjad ke-81 Jatim ini menjadi momentum memperkuat kontribusi daerah dalam pembangunan provinsi. Di antaranya melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan perluasan kesempatan kerja.

Potensi ekonomi Pamekasan sendiri, meliputi sektor pertanian, perdagangan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta industri pengolahan, dinilai dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian daerah. Pengembangannya membutuhkan dukungan kebijakan, akses pasar, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta iklim usaha yang kondusif.

“Dengan demikian, semangat ‘Jatim Unggul Maju Berkelanjutan’ diharapkan tidak berhenti pada slogan peringatan hari jadi, tetapi diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memastikan pertumbuhan ekonomi menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperluas akses terhadap pelayanan dasar. (*/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow