Pamekasan – Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofi’i memasang target sebanyak 400 ton jagung sepanjang tahun 2026 di wilayah Madura.
Menurutnya, target tersebut selain untuk menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) Tahun 2026-2029, pelaksanaan tersebut juga berdasarkan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Untuk di Madura, target kami tahun ini 400 ton selama setahun,” ungkapnya, Selasa (21/4/2026).
Adapun serapan jagung sepanjang tahun 2025 lalu, jelas Rofi’i, Perum Bulog Madura berhasil menyerap sebanyak 100 ton jagung dari petani di empat kabupaten di Madura.
Berdasarkan perolehan serapan di tahun itu, Rofi’i menilai bahwa serapan Jagung cukup merata di semua wilayah, mulai dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan.
“Dari empat kabupaten di Madura, Alhamdulillah semua merata dalam menyumbang gabah jagung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Perum Bulog Madura bersyukur atas terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2026 yang memberikan dasar hukum bagi Bulog dalam menjalankan program pengadaan dan pengelolaan jagung dalam negeri, khususnya untuk periode 2026 hingga 2029 di Madura.
Dengan adanya payung hukum tersebut, Bulog Madura optimistis mampu meningkatkan serapan jagung tahun ini hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Untuk merealisasikan target 400 ton tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk koordinasi dengan petani, kelompok tani, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta aparat keamanan seperti Polres dan Kodim.
“Saya berharap, para petani semakin sejahtera, dan lebih bersemangat dalam menanam produksi jagung terutama yang hybrida,” tukasnya. (farid/rosy)
























